Ticker

6/Berita/ticker-posts

Advertisement

Responsive Advertisement

Misi Garuda : Sejarah Indonesia



 Sebagai bagian dari PBB, bangsa Indonesia dituntut untuk ikut berpartisipasi ataupun memberi dukungan terhadap setiap kebijakan yang diterapkan. Beberapa kebijakan PBB adalah usaha untuk menciptakan perdamaian di wilayah-wilayah konflik. Pasukan garuda merupakan bagian dari pasukan PBB yang dikirim oleh Indonesia sebagai pasukan penjaga perdamaian serta pemulihan keamanan di wilayah-wilayah yang sedang mengalami konflik. Hal ini merupakan wujud nyata konsisten bangsa Indonesia dalam mengintegrasikan UUD 1945 dengan arah politik bebas aktif.

A. Misi Kontingen Garuda I

Pada misi yang pertama ini, Kontingen Garuda dikirim ke Mesir pada tahun 1957 untuk meredakan konflik antara Mesir dan negara-negara yang berkepentingan atas Terusan Suez sebagai akibat nasionalisasi Terusan Suez oleh Presiden Mesir (Gamal Abdul Naser).m

B. Misi Kontingen Garuda II dan III

Misi Kontingen Garuda II dan III dilakukan di bawah misi UNOC untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di wilayah Kongo. Kontingen Garuda II dikirim pada tahun 1960 dengan membaxa 1.074 pasukan di bawah pimpinan Kolonel Prijatna. Adapun pada misi yang sama dikirimlah Konga III pada tahun 1962 dengan membawa 3.457 anggota pasukan di bawah pimpinan Brigjen TNI Kemal Idris. 

C. Misi Kontingen GARUDA IV, V dan VI 

Misi Kontigen Garuda IV, V dan VII difokuskan pada Negara Vietnam dibawah misi ICCS ( International Commision of Control and Supervision). Tugas utama yang diusung pasukan ini antara lain mencegah terjadinya pelangggaran, menjaga keberlangsungan status quo. Mengawasi jlannya evakuasi prajurit, serta peralatan perang dan mengawal jalannya pertukaran tawanan. Pada misi Kontingen Garuda IV ditunjuklah Brigjen TNI Wiyogo Atmodarminto. Misi Kontigen Garuda V dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Harsoyo. Pengiriman Kontingen Garuda IV dan V terjadi  pada tahun 1973 hingga dilanjutkan pada pengiriman pasukan berikutnya (Kontingen Garuda VII) pada 1974 di bawah pimpinan Brigjen TNI S. Sumantri. 

D. Misi Kontingen Garuda VI

Pada tahun yang sama dengan pengiriman Kontingen Garuda IV dan V, dikirim juga Kontingen Garuda VI untuk mngetasi masalah di Timur Tengah dibawah misi UNEF. Pengiriman Kontingen Garuda ke VI ini dipimpin oleh Kolonel INF. Rudini.

E. Misi Kontingen Garuda VIII / 1-9

Misi Kontingen Garuda VIII merupakan rangkaian pengiriman pasukan perdamaian terlama yang pernah dilakukan Indonesia. Tercatat dalam kurun waktu pelaksanaannya, Indonesia beberapa kali mengirimkan pasukan antara kurun waktu 1975 – 1979 di bawah misi UNEF II. Pegiriman Kontingen Garuda VIII ini bertujuan untuk mnejaga perdamaian di Timur Tengah pascaterjadinya Perang Yom Kippur yang melibatkan Mesir dan Israel. 

F. Misi Kontingen Garuda IX/ 1-3

Pada misi Kontingen Garuda ke IX tahun 1988 -1990 terjadi tiga kali pengiriman pasukan dibawah misi UNIMOG. Pasukan Kontingen Garuda IX-1dikirim pada tahun 1988 – 1989 dibawah pimpinan Letkol Inf. Endriartono Sutarto, dilanjutkan pengiriman Kontingen Garuda IX/2 dibawah pimpinan Letkol Inf. Fahrul Razi tahun 1989. Pada misi terkahir pad atahun 1990 dikirimlah pasukan Kontingen Garuda IX/3 yang dipimpin langsung oleh Letkol Inf. Jhony Lumintang. Adapaun tujuan pengiriman Kontingan Garuda IX/1-3 adalah sebagai pasukan pemelihara perdamaian saat terjadi konflik antara Irak dan Iran. 

G. Misi Kontingen Garuda X

Misi Kontingen Garuda ke X terjadi tahun 1989 melalui pengiriman pasukan ke wilayah Naimbia untuk bergabung bersama UNTAG. kontingen ini dipimpin langsung oleh Kol. Mar. Amin S. dengan tujuan menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

H. Misi Kontingen Garuda XI / 1-5

Misi pengiriman Kontingen Garuda XI terjadi dalam lima gelombang antara tahun 1992 -1995 di wilayah Irak-Kuwait. Pada pengiriman misi klai ini Kontingen Grauda tergabung dalam UNIKOM dengan misi  utama menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah tersebut.